Susah ga sih bikin Visa Jepang?

Alhamdulillah *sujudsyukur. Puji syukur kepada Allah SWT karena akhirnya saya bisa ke Jepang. Yeay!! Sebelum saya cerita tentang perjalanan saya selama di Jepang, saya mau berbagi pengalaman saya mengenai cara buat visa. Memang terhitung sejak 1 Desember 2014, Jepang telah melegalkan bebas VISA bagi WNI pemegang e-paspor, dengan melakukan registrasi pra keberangkatan. Namun karena paspor saya belum yang elektronik, jadi saya tetap harus mengurus visa untuk keberangkatan saya ke Jepang. Informasi lengkap tentang pembuatan visa jepang bisa dilihat di http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html.

Jenis visa itu sebenarnya ada banyak, tergantung dari tujuannya. Visa yang saya urus kemarin adalah Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri. Untuk syarat dan dokumen yang diperlukan untuk mengajukan permohonan Visa tersebut bisa dilihat di http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html

  1. Paspor. Serahkan Paspor Asli ya, bukan fotocopy-an.
  2. Formulir Permohonan Visa dan Pasfoto terbaru. Untuk formulirnya bisa didowload disini kemudian dicetak lalu diisi dengan tulis tangan. Untuk pasfoto harus berukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar (background putih), bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram.
  3. Fotokopi KTP.
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa). Kalau ini saya tidak sertakan karena udah bukan mahasiswa 😛
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang). Nah, kalau saya kemarin cuma menyerahkan bukti booking aj, soalnya ngeri juga udah beli tiket PP tapi visa ga keluar. Jadi cukup pakai bukti booking tiket aja y.
  6. Jadwal Perjalanan. Kalau bisa semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang harus tercantum dalam jadwal perjalanan. Misalnya tanggal 2 Jan 2015 akan mengunjungi tempat apa saja dan akan menginap dimana.
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu). Karena saya pergi sendirian, jadi dokumen ini ga perlu.
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan. Saya menyerahkan rekening koran tabungan saya selama 3 bulan terakhir.

Semua dokumen yang sudah siap HARUS diurutkan sesuai nomor yang di atas tadi.

Hari Selasa, 2 Desember 2014 saya datang ke Kedutaan Jepang sekitar jam 9. Sampai sana langsung menyerahkan KTP asli. Terus masuk ke ruangan untuk pengajuan visa. Kalau udah masuk, ambil nomor antrian. Oiya, seingat saya mesin untuk ambil nomor antrian itu ada 2 buah, satu untuk WNI yang ingin mengajukan visa jepang, yang lainnya untuk WN Jepang dan keluarganya yang tinggal atau memiliki urusan di Indonesia. Jadi, jangan salah ambil nomor antrian ya.

wpid-p_20141202_110434.jpg
Nomor antrian untuk apply visa

 

Disana terdapat beberapa loket, yang paling ujung itu untuk travel agent yang mengajukan banyak visa. Dua loket untuk pihak pribadi yang mengurus visa sendiri. Dan satu loket lagi loket khusus untuk WN Jepang. Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, nomor antrian saya dipanggil. saya langsung menuju loket yang telah ditentukan, menyerahkan kertas nomor antrian dan berkas-berkas yang sudah disiapkan. Cuma 5 menit (kayanya) si petugas ngasih form kecil untuk saya isi. Setelah itu saya diberikan form untuk mengambil visa pada Hari Jumat, 5 Desember 2014. Udah deh selesai. Banyak-banyak berdoa biar visa nya disetujuin :D.

wpid-p_20141202_110406.jpg
Form untuk pengambilan visa

 

Nungguin hari Jumat itu rasanya deg-degan. Gimana ga, hasil browsing kemarin itu, kata nya nanti kita akan dihubungi oleh Pihak Kedutaan Jepang via telepon. Ada yang diwawancara via telepon. Ada yang ditelepon untuk diminta datang ke Kedutaan. Ada juga yang diminta untuk menyerahkan data atau berkas pendukung lainnya. Karena itu, saya selalu stand by deket HP, siapa tau tiba-tiba ada telepon dari Kedutaan. Eh sampe hari Jumat, ga ada tuh telepon yang ditunggu-tunggu. Ya ampun, apa ini tandanya visa ga disetujuin yah? #mulaigalau. Akhirnya jumat siang saya datang ke Kedutaan Jepang lagi untuk mengambil visa (kalau disetujuin). Prosedurnya hampir sama dengan pengajuan visa kemarin. Tiba disana langsung nyerahin KTP, masuk ke ruangan yang sama, terus ambil nomor antrian. Kali ini antriannya ga terlalu banyak seperti waktu saya mengajukan visa kemarin. Ga lama nunggu, akhirnya nomor antrian saya dipanggil. Si petugas langsung nyodorin paspor saya dengan posisi terbuka pas halaman dimana visa ditempel. Alhamdulillah, akhirnya visa saya disetujuin. Yang tadinya deg-degan, langsung seneng, girang, hahahha…gitu deh pokoknya. Oiya biaya untuk pengajuan visa sebesar Rp.320.000,-. Harus cash ya.

wpid-2015-02-11-18-45-47_deco.jpg
Visa saya yang telah disetujiu 🙂

 

Jadi, susah ga sih bikin Visa Jepang?

Advertisements

5 thoughts on “Susah ga sih bikin Visa Jepang?

  1. Harisma Prawira

    Halo mba, mau tanya maskud dari “bookingan tiket” pesawat ini seperti apa ya bentuknya? kemudian dmn membuatnya? kalo berkenan bisa kirim via email. Thanks

    1. Hi, Harisma
      Tanda booking tiket itu mirip seperti tiket pesawat klo kita beli online, biasany dlm format PDF. Memang tdk semua maskapai menerbitkan tanda booking tiket, krn kbanyakan hanya mau menerbitkan tiket yg telah dibayar. Waah…maaf sekali ya, file softcopy tanda booking tiket saya sudah dihapus dari laptop 😦

  2. septi

    Assalamualaikum Mba Khairunnisah,

    mau tanya donk, di bagian formulir pengajuan visa kan ada kolom ‘Guarantor or reference in Japan’ dan ‘Inviter in Japan’, kalo kita jalan2 sendiri, bagian ini diisi apa ya? atau kosong saja?

    Terimakasih ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s