Alor, NTT (Part 2)

Hari 4

Loh? Udah hari keempat ajah? Hehehe, untuk cerita sebelumnya ada disini.

Seperti pendapat beberapa orang bahwa Alor tidak hanya cantik bawah lautnya saja, tetapi semuanya bagus. Setelah 2 hari kemarin kami habiskan dilaut, hari ini kami diajak oleh Mba Wati ke beberapa tempat. Pemandian Air Panas Tuti Adagae menjadi destinasi pertama kami. Tempat ini merupakan sumber air panas alami dan dipercaya kalau air panas ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Tapi, untuk sampai ke mata air panasnya, kami harus berjalan cukup jauh, karena belum ada jalan yang bisa dilewati oleh mobil.

DSCF5057
Lokasi ini jadi titik start kami berjalan kaki menuju tempat pemandian air panas
DSCF5080
Jalannya menurun dan ga ada cowo ganteng atau batang pohon yang bisa dijadiin pegangan hidup
DSCF5108
Nah, sebelah kiri udah mulai keliatan aliran air panasnya
DSCF5150
Hore sampeeeee
DSCF5112
Air panasnya menyembur dan uap panasnya aduhai deh, bisa buat sauna
DSCF5146
Ga ada yang kuat lama-lama berdiri disekitar sumber air panas T_T
DSCF5237
Seger banget Dina & Gede, kelapa nya loh maksudnya
DSCF5233
Sebelum pulang, sempet poto2 dulu. Siapa lagi yang niat bawa balon -,-“

Selanjutnya kami diajak ke Desa Takpala oleh Mba Wati. Di desa ini terdapat rumah-rumah tradisional yang dihuni oleh Suku Abui. Disini kita dapat menyewa pakaian tradisional Suku Abui dengan membayar Rp.50.000,-/orang. Tidak hanya itu, para tetua adat yang kami jumpai pun tidak segan berbagi cerita dengan kami mengenai kehidupan Desa Takpala yang oleh pemerintah saat ini sudah disahkan menjadi Desa Wisata.

IMG_3199IMG_3141DSCN0651IMG_3178

Di Desa Takpala, pengunjung dapat membeli berbagai buah tangan khas Suku Abui seperti kain tradisional yang mereka tenun secara tradisional dan beberapa aksesoris seperti gelang, kalung dan gantungan kunci.

IMG_3114IMG_3124IMG_3126IMG_3136

Karena hari pun sudah sore, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Pantai Pasir Putih untuk liat sunset. Ah, gimana ga jatuh cinta, sepanjang jalan disuguhin pemandangan laut dan pantai yang cantik, tiap sore dikasih liat golden sunset yang luar biasa. Jadi pengen balik lagi. Someday ya. Aamiin.

f

DSCN0811IMG_3305IMG_3324IMG_3329DSCN0852DSCN0836


Hari 5

Saatnya kembali kerumah setelah senang-senang di Alor. Perjalanan pulang dari Alor ke Kupang, langsung lanjut Kupang – Denpasar – Jakarta. Alhamdulillah kami semua selamat sampai rumah masing-masing. Semoga lain waktu masih dikasih rezeki dan waktu sama Alloh untuk bisa explore bumi Alloh lainnya.


Oiya, berikut informasi mengenai akomodasi dari Jakarta ke Alor. Saya salin dari blognya Cemon nih:

  1. Dari Jakarta Ambil Penerbangan ke Kupang, lalu lanjut penerbangan ke Alor. Ada dua maskapai penerbangan yang melayani rute kupang – alor, yaitu Wings Air dan Trans Nusa. Atau kalian bisa naik ferry dari kupang dengan waktu tempuh 12 Jam. Untuk harga tiket pesawat, saya cantumkan di bawah ya.
  2. Nginep dimana? Di kalabahi banyak penginapan, namun belum ada yang sekelas bintang-bintang. Kemarin saya menginap di Pelangi Indah sehari perorang kena Rp.275.000. Di dekat alun-alun ada homestay yang baru buka, 1 kamar pakai AC semalam perorang kena Rp. 130.000
  3. Operator Diving di alor umumnya di kelola oleh Bule, dan mereka agak sedikit ketat. Meraka hanya mau membawa para diver advance dikarenakan arus alor yang cepat. Kemarin saya dive dengan Bang Mansyur (085318278899)
  4. Untuk Guide lokal dan sewa kapal bisa hub Sam ( 082237878578).

Jumat, 29 Mei 2015 –> Jakarta – Kupang –> 15.45 – 21.10 (Garuda)        Rp.1.475.000,-

Sabtu, 30 Mei 2015 –> Kupang – Alor –> 07.00 – 07.50 (Transnusa)  Rp.   483.000,-

Selasa, 02 Juni 2015 –> Alor – Kupang –> 13.40 – 14.40 (Lion Air)      Rp.   450.000,-

Selasa, 02 Juni 2015 –> Kupang-Denpasar- Jkt–> 16.15 – 20.25 (Garuda) Rp.2.374.000,-


TOTAL   Rp.4.782.000,-

Alor, NTT (Part 1)

Oke, ini pun latepost :(. Ternyata jadi mahasiswi S2 itu tugasnya sekebon T_T *mulaicarialibi hahahaha. Baiklah, yuk lanjut. Jadi, tahun kemarin, saya bersama segenap tim trip ambon tapi minus Amel tapiii plus Dina pergi ke Alor. Seperti trip-trip sebelumnya, saya berhasil diracunin sama cemon buat ke Alor. Gimana ga, tiap hari dicekokin foto-foto cakepnya pemandangan bawah laut Alor. Maaaaak…ga tahan! Mei 2015 saya bersama cemon, gede, sapi, dan dina akhirnya kesampean juga mengunjungi Alor. Sebelumnya, saya ga tau Alor itu dimana, I failed maps :D. Ternyata, Alor itu salah satu pulau yang  termasuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur, posisi Pulau Alor itu sendiri berada di atas kota Kupang. Yang masih bingung kaya saya, nanti saya kasih petanya ya:

Capture

Alor memiliki nama yang pendek hanya empat huruf tetapi keindahan di darat dan di bawah lautnya sangatlah panjang bahkan tak cukup satu minggu untuk menggapainya. Berlokasi di bagian timur Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebuah tempat dengan kekayaan bawah laut yang mengagumkan meski belum tersohor. Akan tetapi, para penyelam yang pernah menjajalnya menceritakan dari mulut ke mulut bahwa keindahan Alor tak kalah indah seperti Raja Ampat atau Taman Nasional KomodoKarl Muller dalam bukunya “East of Bali”, menyebutkan bahwa Alor memiliki air laut yang bersih, biota laut yang beraneka ragam, dan terdapat titik-titik selam yang dapat dinikmati pada malam hari. Ia menyebut Alor sebagai taman laut kelas dunia (Sumber).

Hari 1

Memang akomodasi menuju Alor masih agak sulit. Untuk penerbangan dari Jakarta ke Alor belum ada yang langsung, jadi harus lewat Kupang. Kami berangkat dari Jakarta tanggal 29 Mei 2015 pukul 15.45 dan tiba di Kupang pukul 21.10. Karena sudah malam dan penerbangan ke Alor adanya keesokan harinya, jadi kami menginap di Hotel La Hasienda. Hotelnya tuh nyaman banget dan lokasinya ga jauh dari bandara. Sayang kami hanya semalam saja disini.

Hari 2

Lalu esok paginya kami berangkat ke Alor dengan waktu tempuh Kupang – Alor kurang lebih 50 menit. Setibanya di Alor, kami dijemput oleh Mba Wati dari 8elapantrip dan langsung menuju penginapan di Kalabahi. Kalabahi adalah ibukota Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

IMG_3379

Hari pertama di Pulau Alor, NTT kami isi dengan aktivitas snorkling dan jelajah pulau-pulau yang ada di sekitar Alor Besar. Dari hotel, kami menuju pelabuhan dengan waktu tempuh kurang lebih 15-20 menit menggunakan mobil. Baru sampai pelabuhan aja udah pada girang banget :)) pemandangannya cakeeeep.

DSCF2087
Gede, Sapi. Cemon, Cahe, Dina

DSCF2113DSCF2093

DSCF2106
Kodok loncat

Dari pelabuhan, kami menggunakan kapal yang sudah disewa oleh Mba Wati bersama Bang Mansyur dan Sam sebagai ABK untuk mengunjungi Pulau Sebanjar untuk snorkling.

DSCF2120
Atas: Sam; Bawah: Dina, Cahe
DSCF2127
Formasi lengkap aheeey \(^o^)/
DSCN0462
Yuuk, yang mau ke Alor, bisa lewat 8elapantrip yaaah.
DSCN0454
Siap-siap nyemplung

DSCN0479DSCN0444

DSCN0313
Transaksi di bawah laut 😀

DSCN0384

DSCN0553
Sam’s in action

DSCN0555DSCN0448DSCN0381DSCN0343DSCN0328

Huaaa…bening banget. Pantes aja banyak yang bilang kalau Alor itu terkenal dengan crystal water nya. I believe that.

DSCN0505DSCN0525

DSCF4082
Dina
DSCF4024
Sapi & Gede
DSCF4169
Susah yee, cewe-cewe klo udah ngumpul mo dmn kek tetep aj rumpi

DSCF4140

Hari 3

Nah, karena kemarin rasanya kurang puas cuman snorkling aja, jadi setelah minta tolong sama Bang Mansyur, saya sama cemon bisa diving deh. Sebenarnya ada operator dive di Alor, cuman udah keburu full, tapi bukan Bang Mansyur namanya kalau ga bisa bikin mimpi saya buat diving di Alor jadi kenyataan #tsaaahelaaaah. Oiya, karena baru saya dan cemon aja yang punya diving license, jadi sisanya masih lanjut snorkling. Kami pun di ajak ke Pulau Ternate sebagai lokasi untuk diving.

IMG_0313IMG_0302IMG_0299IMG_0345DSCN0570DSCN0602

IMG_0307
Ini namanya Bubu, alat tradisional suku Alor untuk menangkap ikan

Selesai diving, kami diajak oleh Mba Wati untuk istirahat di Pulau Kepa. Judulnya sih istirahat, tapiiii…we took so much pictures there

DSCF4205DSCF4241

Ada kejadian yang agak serem ketika kami akan kembali dari Pulau Kepa ke Kalabahi. Di tengah-tengah laut, kapal yang kami tumpangi mogok. Sam dan Bang Mansyur sudah berusaha untuk ngebenerin mesin kapal, tapi masih ga bisa juga :(. Tiba-tiba, arus laut terasa semakin kenceng, kapal mulai goyang ga karuan. Lalu muncul instruksi dari Mba Wati supaya kami menggunakan pelampung/life vest. Sapi sama Gede yang paling panik saat itu, mulut komat kamit baca do’a sama dzikir. Lalu, tiba-tiba aja Mba Wati dan Sam saling tunjuk ke arah laut, ternyataaaaa….ada hiu yang mendekat ke kapal kita. Ya Alloh, mesin kapal mati, udah gitu ada hiu T_T. Alhamdulillah, setelah si hiu muterin kapal kita, eh itu hiu langsung aja lanjut pergi. Sempet kepoto sih sirip hiunya, tapi lupa di kamera siapa. Dasar manusia jaman sekarang, lagi begitu pun ga lupa loh buat poto2 :D. Daaaan, kami berhasil sampai ke pelabuhan dengan cara kapal kami ditarik sama kapal lain yang datang *sujudsyukur

DSCF5052
Ketika bala bantuan datang

Sesampainya di pelabuhan, eh pas senja, liat sunsetnya luar biasa.

DSCF4387DSCF4429

Untuk perjalanan hari berikutya, saya share di post selanjutnya yaa, biar yang ini ga kebanyakan. See y ^^